/ Artikel /

Experimental Modal Analysis dan Operational Modal Analysis (OMA)

getaran
Data Getaran

Pendahuluan

Analisis dinamika struktur adalah metode penting dalam rekayasa sipil dan mekanik untuk memahami karakteristik dinamika suatu struktur, termasuk mode getaran, frekuensi alami, dan redaman. Dalam artikel ini, kami akan membandingkan dua metode utama untuk analisis dinamika struktur: Experimental Modal Analysis (EMA) dan Operational Modal Analysis (OMA). Kami juga akan membahas proses pengambilan data menggunakan sensor akselerometer, yang merupakan salah satu sensor paling umum yang digunakan dalam analisis dinamika struktur.

Experimental Modal Analysis (EMA)

EMA adalah metode untuk menentukan karakteristik dinamika struktur dengan menggunakan data eksperimental. Metode ini melibatkan eksperimen yang dilakukan dengan merangsang struktur menggunakan alat yang menghasilkan getaran pada berbagai frekuensi. Sensor akselerometer dipasang pada berbagai titik pada struktur untuk merekam getaran yang dihasilkan. Data getaran kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pemrosesan sinyal dan statistik untuk menentukan mode getaran, frekuensi, dan redaman dari struktur.

Metode ini sangat cocok untuk struktur yang dapat diuji dengan eksperimen terkontrol, seperti jembatan, gedung, atau mesin industri. EMA dapat memberikan hasil yang sangat akurat dan mendetail tentang karakteristik dinamika struktur. Namun, metode ini memerlukan peralatan yang canggih, waktu yang cukup lama untuk persiapan dan pengujian, serta biaya yang tinggi.

Proses Pengambilan Data dengan Sensor Akselerometer pada EMA

  1. Memilih Titik Pengukuran: Titik-titik pengukuran yang relevan harus dipilih pada struktur yang akan dianalisis. Titik-titik ini harus mencakup seluruh struktur atau area yang penting dalam analisis dinamika.

  2. Memasang Akselerometer: Akselerometer dipasang pada titik-titik pengukuran menggunakan perekat atau magnet, dan dihubungkan dengan sistem perekam data.

  3. Merangsang Struktur: Struktur kemudian dirangsang dengan mengaplikasikan gaya eksitasi, getaran mekanis, atau sumber eksitasi lainnya pada berbagai frekuensi.

  4. Merekam Getaran: Akselerometer merekam getaran yang dihasilkan pada setiap titik pengukuran selama eksperimen.

  5. Analisis Data: Data getaran yang tercatat oleh akselerometer dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak analisis dinamika untuk mengidentifikasi mode getaran, frekuensi alami, dan redaman dari struktur.

Operational Modal Analysis (OMA)

OMA adalah metode untuk menentukan karakteristik dinamika struktur menggunakan data operasional atau data yang dihasilkan oleh struktur selama beroperasi. Metode ini digunakan ketika tidak memungkinkan atau tidak praktis untuk melakukan eksperimen yang terkontrol pada struktur. Sensor akselerometer dipasang pada titik-titik penting pada struktur dan merekam getaran yang dihasilkan oleh struktur selama beroperasi.

Metode ini lebih fleksibel dan cocok untuk struktur yang tidak dapat diuji menggunakan metode EMA, seperti struktur yang berada di lingkungan yang sulit diakses atau struktur yang beroperasi secara terus-menerus. OMA dapat memberikan hasil yang cukup akurat, tetapi cenderung lebih keterbatasan dalam mendapatkan informasi detail tentang karakteristik dinamika struktur. Namun, keuntungannya adalah OMA lebih cepat dan lebih efisien dalam proses pengujian.

Proses Pengambilan Data dengan Sensor Akselerometer pada OMA

  1. Memilih Titik Pengukuran: Titik-titik pengukuran yang relevan dipilih pada struktur yang akan dianalisis. Seperti pada EMA, titik-titik ini harus mencakup seluruh struktur atau area yang penting dalam analisis dinamika.

  2. Memasang Akselerometer: Akselerometer dipasang pada titik-titik pengukuran menggunakan perekat atau magnet, dan dihubungkan dengan sistem perekam data.

  3. Merekam Getaran Operasional: Akselerometer merekam getaran yang dihasilkan oleh struktur selama beroperasi. Getaran ini dapat disebabkan oleh beban operasional, angin, atau peristiwa dinamis lainnya.

  4. Analisis Data: Data getaran yang tercatat oleh akselerometer dianalisis menggunakan teknik OMA untuk menentukan mode getaran, frekuensi alami, dan redaman dari struktur.

Memilih Metoda yang Tepat

Pemilihan metode yang tepat tergantung pada tujuan analisis, karakteristik struktur, dan ketersediaan sumber daya. Jika Anda memiliki akses dan kemampuan untuk melakukan eksperimen terkontrol, EMA adalah pilihan yang baik untuk mendapatkan hasil yang akurat dan mendalam tentang karakteristik dinamika struktur. Namun, jika struktur sulit diakses atau harus diuji dalam kondisi operasional, OMA adalah alternatif yang lebih praktis dan efisien.

Penting untuk melakukan analisis kebutuhan dan kendala Anda sebelum memilih metode pengujian getaran. Jika mungkin, konsultasikan dengan ahli analisis dinamika untuk mendapatkan saran yang tepat tentang metode yang paling sesuai untuk pengujian getaran Anda.

Kesimpulan

EMA dan OMA adalah dua metode penting dalam analisis dinamika struktur. EMA menggunakan data eksperimental yang dihasilkan oleh eksperimen terkontrol, sementara OMA menggunakan data operasional yang dihasilkan oleh struktur selama beroperasi. Dalam keduanya, penggunaan sensor akselerometer menjadi kunci dalam merekam getaran dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menganalisis karakteristik dinamika struktur. Pemilihan metode yang tepat tergantung pada tujuan analisis dan kendala teknis yang ada. Dalam semua kasus, penggunaan sensor akselerometer yang tepat akan membantu memastikan data yang akurat dan relevan untuk analisis dinamika struktur.

Analisis dinamika struktur adalah metode penting dalam rekayasa sipil dan mekanik untuk memahami karakteristik dinamika suatu struktur, termasuk mode getaran, frekuensi alami, dan redaman. Dalam artikel ini, kami akan membandingkan dua metode utama untuk analisis dinamika struktur: Experimental Modal Analysis (EMA) dan Operational Modal Analysis (OMA). Kami juga akan membahas proses pengambilan data menggunakan sensor akselerometer, yang merupakan salah satu sensor paling umum yang digunakan dalam analisis dinamika struktur.


monitoring getaran blasting pada pertambangan.png

Monitoring Getaran Blasting pada Aktivitas Pertambangan dan Standarnya

Artikel ini membahas pentingnya monitoring getaran blasting pada aktivitas pertambangan, sumber getaran peledakan, parameter PPV, standar batas getaran, serta metode pengukuran untuk melindungi lingkungan sekitar

19 Januari 2026 13:56

vibration meter.png

Vibration Meter: Alat Penting dalam Mengukur Getaran

Vibration meter adalah alat penting dalam pemeliharaan, pemantauan, dan analisis getaran dalam berbagai konteks. Dengan kemampuannya untuk mendeteksi masalah dini, alat ini berperan kunci dalam mencegah kegagalan peralatan, meningkatkan efisiensi, dan men

12 Juli 2025 16:22

monitoring getaran tiang pancang.png

Monitoring Getaran Tiang Pancang dan Standar Keamanan Bangunan Sekitar

Pelajari bagaimana monitoring getaran tiang pancang membantu mengendalikan risiko pemancangan, melindungi bangunan sekitar, dan memenuhi standar pengujian getaran konstruksi.

19 Januari 2026 12:48

Structural health monitoring system (smks).png

Structural Health Monitoring (SHM): Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Aplikasinya

Structural Health Monitoring (SHM) adalah sistem pemantauan kondisi kesehatan struktur bangunan dan infrastruktur secara real-time dengan menggunakan sensor. Sistem ini mampu mendeteksi perubahan perilaku struktur seperti getaran, regangan, dan pergeseran

19 Januari 2026 09:32

mode shape.png

Mode Shape pada Struktur Bangunan dan Analisis Getaran

Mode shape merupakan pola deformasi struktur ketika bergetar pada frekuensi alamiahnya. Artikel ini membahas pengertian, peran, serta penerapan mode shape dalam analisis dan monitoring struktur.

12 Juli 2025 16:12

pengujian vibrasi pada struktur bangunan.png

Pengujian Vibrasi pada Struktur Bangunan

Pengujian vibrasi pada struktur bangunan bertujuan untuk menganalisis respons dinamik dan mendeteksi potensi kerusakan struktur. Artikel ini membahas metode, langkah pengujian, dan manfaatnya.

17 Januari 2026 14:54

memilih sensor vibrasi.png

Memilih Sensor Vibrasi yang Tepat untuk Monitoring dan Analisis Getaran

Pemilihan sensor vibrasi yang tepat sangat penting untuk memperoleh data getaran yang akurat. Artikel ini membahas faktor pemilihan sensor serta teknologi akselerometer dan MEMS.

18 Januari 2026 08:21

topologi WSN.png

Wireless Sensor Network (WSN): Pengertian, Arsitektur, Aplikasi, dan Tantangan

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan teknologi jaringan nirkabel yang terdiri dari node sensor, gateway, dan sistem pemantauan. Teknologi ini banyak digunakan untuk monitoring lingkungan, kesehatan, dan struktur bangunan dengan efisiensi energi dan ska

17 Januari 2026 11:39

komponen utama getaran.png

Komponen Utama Getaran: Pengertian, Parameter, dan Penerapannya

Getaran merupakan fenomena mekanik yang terdiri dari sumber, medium, dan proses perambatan. Artikel ini membahas komponen utama getaran, parameter penting, serta penerapannya dalam monitoring dan rekayasa teknik.

17 Januari 2026 13:46

monitoring getaran pada aktivitas kontruksi.png

Monitoring Getaran pada Aktivitas Konstruksi: Keamanan, Kualitas, dan Keberlanjutan

Monitoring getaran pada aktivitas konstruksi berperan penting dalam menjaga keamanan struktur, kenyamanan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan sensor getaran dan pemantauan real-time, dampak konstruksi dapat dikendalikan secara efektif.

17 Januari 2026 13:23

protokol komunikasi shms.png

IEEE 802.11 dan Protokol Nirkabel untuk Structural Health Monitoring

Sistem Structural Health Monitoring membutuhkan komunikasi nirkabel yang andal. Artikel ini membahas peran IEEE 802.11 dan protokol sensor seperti Zigbee dan LoRa dalam monitoring struktur.

19 Januari 2026 12:04