Sistem Structural Health Monitoring (SHM) membutuhkan komunikasi nirkabel yang andal untuk mengirimkan data dari sensor ke sistem pemrosesan dan pemantauan. Sensor-sensor yang dipasang pada bangunan, jembatan, atau infrastruktur lainnya umumnya bekerja dalam jangka panjang dan berada pada lokasi yang tersebar, sehingga penggunaan kabel menjadi tidak efisien.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, berbagai standar dan protokol komunikasi nirkabel digunakan, salah satunya adalah IEEE 802.11 (Wi-Fi) serta beberapa protokol lain yang dirancang khusus untuk jaringan sensor dan komunikasi jarak jauh dengan konsumsi daya rendah.
IEEE 802.11 atau Wi-Fi merupakan standar komunikasi nirkabel yang banyak digunakan untuk jaringan lokal. Dalam sistem SHM, Wi-Fi umumnya berperan sebagai jalur komunikasi utama antara gateway dan server pemantauan.
Penggunaan Wi-Fi memungkinkan pengiriman data dengan kecepatan tinggi, sehingga cocok untuk:
Data getaran dengan sampling rate tinggi
Monitoring real-time
Integrasi langsung dengan jaringan lokal atau internet
Pada implementasi SHM, sensor-sensor tidak selalu terhubung langsung ke Wi-Fi. Biasanya, data dari sensor dikumpulkan terlebih dahulu oleh gateway, kemudian dikirimkan ke server melalui jaringan Wi-Fi. Pendekatan ini membuat sistem lebih stabil dan mudah dikembangkan.
Selain IEEE 802.11, sistem SHM sering memanfaatkan protokol komunikasi berbasis IEEE 802.15.4, yang dirancang khusus untuk jaringan sensor dengan konsumsi daya rendah.
Protokol ini banyak digunakan pada Wireless Sensor Network (WSN) karena mampu mendukung komunikasi antar node sensor dalam topologi jaringan yang fleksibel. IEEE 802.15.4 menjadi dasar bagi berbagai protokol yang umum digunakan dalam monitoring struktur, seperti Zigbee dan 6LoWPAN.
Karakteristik utama protokol berbasis IEEE 802.15.4 adalah konsumsi daya yang rendah dan kemampuan bekerja dalam jaringan sensor yang padat, sehingga sangat cocok untuk sistem monitoring jangka panjang.
Zigbee merupakan salah satu protokol yang dibangun di atas IEEE 802.15.4 dan banyak digunakan dalam jaringan sensor. Dalam konteks SHM, Zigbee memungkinkan sensor-sensor untuk membentuk jaringan mesh, sehingga data dapat diteruskan melalui beberapa node sebelum mencapai gateway.
Pendekatan ini sangat bermanfaat pada struktur besar seperti jembatan atau gedung bertingkat, di mana jarak antar sensor cukup jauh atau kondisi lingkungan tidak memungkinkan komunikasi langsung ke gateway. Dengan jaringan mesh, sistem monitoring menjadi lebih toleran terhadap kegagalan node.
Untuk aplikasi SHM dengan cakupan area yang sangat luas, seperti jembatan panjang, bendungan, atau infrastruktur di daerah terpencil, protokol LoRa (Long Range) sering menjadi pilihan. LoRa termasuk dalam kategori Low Power Wide Area Network (LPWAN) dan dirancang untuk komunikasi jarak jauh dengan konsumsi daya yang sangat rendah.
Dalam sistem monitoring struktur, LoRa digunakan untuk mengirimkan data sensor dengan interval tertentu ke gateway yang berjarak jauh. Meskipun kecepatan transfer datanya lebih rendah dibandingkan Wi-Fi, LoRa sangat efektif untuk monitoring jangka panjang dengan kebutuhan daya minimal.
Pada sistem SHM modern, komunikasi nirkabel biasanya dibangun secara berlapis. Sensor-sensor pada struktur berkomunikasi menggunakan protokol hemat daya seperti IEEE 802.15.4, Zigbee, atau LoRa. Data tersebut kemudian dikumpulkan oleh gateway dan diteruskan ke server pusat melalui jaringan yang lebih cepat seperti IEEE 802.11 atau koneksi internet.
Arsitektur ini memungkinkan sistem monitoring bekerja secara efisien, fleksibel, dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan pemantauan struktur.
Dalam sistem Structural Health Monitoring, komunikasi nirkabel memegang peranan penting dalam keberhasilan pemantauan kondisi struktur. IEEE 802.11 berperan sebagai tulang punggung komunikasi berkecepatan tinggi, sementara protokol lain seperti IEEE 802.15.4, Zigbee, dan LoRa mendukung komunikasi sensor yang hemat daya dan berskala luas.
Pemilihan protokol komunikasi yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem, seperti jarak komunikasi, volume data, konsumsi daya, dan durasi pemantauan. Dengan arsitektur komunikasi yang tepat, sistem monitoring struktur dapat beroperasi secara andal dan berkelanjutan.
Monitoring Getaran Blasting pada Aktivitas Pertambangan dan Standarnya
Artikel ini membahas pentingnya monitoring getaran blasting pada aktivitas pertambangan, sumber getaran peledakan, parameter PPV, standar batas getaran, serta metode pengukuran untuk melindungi lingkungan sekitar
19 Januari 2026 13:56
Vibration Meter: Alat Penting dalam Mengukur Getaran
Vibration meter adalah alat penting dalam pemeliharaan, pemantauan, dan analisis getaran dalam berbagai konteks. Dengan kemampuannya untuk mendeteksi masalah dini, alat ini berperan kunci dalam mencegah kegagalan peralatan, meningkatkan efisiensi, dan men
12 Juli 2025 16:22
Monitoring Getaran Tiang Pancang dan Standar Keamanan Bangunan Sekitar
Pelajari bagaimana monitoring getaran tiang pancang membantu mengendalikan risiko pemancangan, melindungi bangunan sekitar, dan memenuhi standar pengujian getaran konstruksi.
19 Januari 2026 12:48
Structural Health Monitoring (SHM): Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Aplikasinya
Structural Health Monitoring (SHM) adalah sistem pemantauan kondisi kesehatan struktur bangunan dan infrastruktur secara real-time dengan menggunakan sensor. Sistem ini mampu mendeteksi perubahan perilaku struktur seperti getaran, regangan, dan pergeseran
19 Januari 2026 09:32
Mode Shape pada Struktur Bangunan dan Analisis Getaran
Mode shape merupakan pola deformasi struktur ketika bergetar pada frekuensi alamiahnya. Artikel ini membahas pengertian, peran, serta penerapan mode shape dalam analisis dan monitoring struktur.
12 Juli 2025 16:12
Pengujian Vibrasi pada Struktur Bangunan
Pengujian vibrasi pada struktur bangunan bertujuan untuk menganalisis respons dinamik dan mendeteksi potensi kerusakan struktur. Artikel ini membahas metode, langkah pengujian, dan manfaatnya.
17 Januari 2026 14:54
Memilih Sensor Vibrasi yang Tepat untuk Monitoring dan Analisis Getaran
Pemilihan sensor vibrasi yang tepat sangat penting untuk memperoleh data getaran yang akurat. Artikel ini membahas faktor pemilihan sensor serta teknologi akselerometer dan MEMS.
18 Januari 2026 08:21
Wireless Sensor Network (WSN): Pengertian, Arsitektur, Aplikasi, dan Tantangan
Wireless Sensor Network (WSN) merupakan teknologi jaringan nirkabel yang terdiri dari node sensor, gateway, dan sistem pemantauan. Teknologi ini banyak digunakan untuk monitoring lingkungan, kesehatan, dan struktur bangunan dengan efisiensi energi dan ska
17 Januari 2026 11:39
Experimental Modal Analysis dan Operational Modal Analysis (OMA)
EMA dan OMA adalah dua metode penting dalam analisis dinamika struktur. EMA menggunakan data eksperimental yang dihasilkan oleh eksperimen terkontrol, sementara OMA menggunakan data operasional yang dihasilkan oleh struktur selama beroperasi. Dalam keduan
12 Juli 2025 15:28
Komponen Utama Getaran: Pengertian, Parameter, dan Penerapannya
Getaran merupakan fenomena mekanik yang terdiri dari sumber, medium, dan proses perambatan. Artikel ini membahas komponen utama getaran, parameter penting, serta penerapannya dalam monitoring dan rekayasa teknik.
17 Januari 2026 13:46
Monitoring Getaran pada Aktivitas Konstruksi: Keamanan, Kualitas, dan Keberlanjutan
Monitoring getaran pada aktivitas konstruksi berperan penting dalam menjaga keamanan struktur, kenyamanan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan sensor getaran dan pemantauan real-time, dampak konstruksi dapat dikendalikan secara efektif.
17 Januari 2026 13:23
