Structural Health Monitoring (SHM) adalah sistem pemantauan yang digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan bangunan dan infrastruktur seperti gedung, jembatan, bendungan, dan struktur sipil lainnya secara real-time.
Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor yang dipasang pada struktur untuk mengukur berbagai parameter fisik, seperti getaran, regangan, pergeseran, dan deformasi. Perubahan pada parameter tersebut dapat menjadi tanda awal terjadinya kerusakan atau penurunan kualitas struktur.
Dengan adanya SHM, kondisi struktur tidak hanya dinilai dari tampilan visual, tetapi juga berdasarkan data teknis yang terukur dan terus diperbarui.
Secara umum, sistem SHM bekerja melalui beberapa tahapan berikut:
Sensor dipasang pada titik-titik strategis struktur, seperti balok, kolom, atau sambungan, untuk mengukur respons struktur terhadap beban dan lingkungan.
Data dari sensor dikumpulkan oleh unit pengambilan data, kemudian dikirimkan melalui sistem komunikasi, baik menggunakan jaringan kabel maupun nirkabel.
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak dan algoritma tertentu untuk mendeteksi perubahan perilaku struktur. Jika ditemukan kondisi tidak normal, sistem dapat memberikan peringatan dini kepada pengelol
Berikut beberapa sensor yang paling umum digunakan dalam sistem Structural Health Monitoring:
Sensor ini digunakan untuk mengukur regangan atau perubahan bentuk pada elemen struktur. Data regangan sangat penting untuk mengetahui apakah struktur bekerja mendekati batas kemampuannya.
Akselerometer berfungsi untuk mengukur getaran dan percepatan struktur. Sensor ini sangat penting untuk pemantauan bangunan terhadap gempa bumi, angin kencang, dan beban dinamis lainnya.
Sensor pergeseran digunakan untuk memantau perubahan posisi atau pergerakan struktur dalam jangka waktu tertentu, misalnya penurunan pondasi atau pergeseran sambungan.
Metode pemantauan struktur konvensional, seperti inspeksi visual dan pengukuran manual, memiliki banyak keterbatasan. Inspeksi ini biasanya dilakukan secara berkala dan sangat bergantung pada pengalaman pemeriksa.
Sistem SHM menawarkan berbagai keunggulan, antara lain:
Pemantauan struktur 24 jam secara real-time
Deteksi dini kerusakan sebelum menjadi parah
Mengurangi risiko kegagalan struktur
Menghemat biaya perawatan jangka panjang
Menyediakan data historis yang lengkap dan akurat
Dengan SHM, pengelolaan struktur menjadi lebih proaktif dibandingkan reaktif.
Sistem Structural Health Monitoring telah diterapkan di berbagai sektor, di antaranya:
Digunakan untuk memantau kondisi jembatan, gedung bertingkat, terowongan, dan bendungan agar tetap aman digunakan.
Digunakan untuk memantau integritas struktur pesawat terbang, satelit, dan roket guna mencegah kegagalan fatal.
Digunakan untuk memantau kondisi mesin, turbin, dan peralatan industri agar kerusakan dapat diketahui lebih awal.
Sistem SHM terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terintegrasi:
Sensor – Mengukur kondisi fisik struktur
Unit Pengambilan Data – Mengumpulkan data dari sensor
Sistem Komunikasi – Mengirim data ke pusat pemrosesan
Perangkat Keras – Server dan media penyimpanan data
Perangkat Lunak – Analisis data, visualisasi grafik, dan sistem peringatan dini
Semua komponen ini bekerja bersama untuk menghasilkan informasi kondisi struktur yang akurat.
Agar sistem SHM dapat berfungsi optimal, beberapa hal penting berikut perlu diperhatikan:
Menentukan tujuan pemantauan dengan jelas
Memilih jenis sensor yang sesuai dengan struktur
Menentukan lokasi pemasangan sensor secara strategis
Menggunakan sistem komunikasi yang andal
Menyediakan sistem analisis data yang memadai
Melakukan perawatan dan kalibrasi sensor secara berkala
Mematuhi standar dan regulasi yang berlaku
Perencanaan yang matang akan menentukan keberhasilan sistem SHM dalam jangka panjang.
Structural Health Monitoring (SHM) merupakan solusi modern untuk memantau kondisi kesehatan bangunan dan infrastruktur secara berkelanjutan. Dengan pemantauan real-time dan deteksi dini, SHM membantu meningkatkan keselamatan, mengurangi risiko kegagalan struktur, serta memperpanjang umur bangunan dan infrastruktur.
Dengan perkembangan teknologi sensor, komunikasi nirkabel, dan analisis data, sistem SHM semakin relevan untuk diterapkan pada berbagai jenis struktur, baik bangunan baru maupun struktur yang telah lama beroperasi.
Monitoring Getaran Blasting pada Aktivitas Pertambangan dan Standarnya
Artikel ini membahas pentingnya monitoring getaran blasting pada aktivitas pertambangan, sumber getaran peledakan, parameter PPV, standar batas getaran, serta metode pengukuran untuk melindungi lingkungan sekitar
19 Januari 2026 13:56
Vibration Meter: Alat Penting dalam Mengukur Getaran
Vibration meter adalah alat penting dalam pemeliharaan, pemantauan, dan analisis getaran dalam berbagai konteks. Dengan kemampuannya untuk mendeteksi masalah dini, alat ini berperan kunci dalam mencegah kegagalan peralatan, meningkatkan efisiensi, dan men
12 Juli 2025 16:22
Monitoring Getaran Tiang Pancang dan Standar Keamanan Bangunan Sekitar
Pelajari bagaimana monitoring getaran tiang pancang membantu mengendalikan risiko pemancangan, melindungi bangunan sekitar, dan memenuhi standar pengujian getaran konstruksi.
19 Januari 2026 12:48
Mode Shape pada Struktur Bangunan dan Analisis Getaran
Mode shape merupakan pola deformasi struktur ketika bergetar pada frekuensi alamiahnya. Artikel ini membahas pengertian, peran, serta penerapan mode shape dalam analisis dan monitoring struktur.
12 Juli 2025 16:12
Pengujian Vibrasi pada Struktur Bangunan
Pengujian vibrasi pada struktur bangunan bertujuan untuk menganalisis respons dinamik dan mendeteksi potensi kerusakan struktur. Artikel ini membahas metode, langkah pengujian, dan manfaatnya.
17 Januari 2026 14:54
Memilih Sensor Vibrasi yang Tepat untuk Monitoring dan Analisis Getaran
Pemilihan sensor vibrasi yang tepat sangat penting untuk memperoleh data getaran yang akurat. Artikel ini membahas faktor pemilihan sensor serta teknologi akselerometer dan MEMS.
18 Januari 2026 08:21
Wireless Sensor Network (WSN): Pengertian, Arsitektur, Aplikasi, dan Tantangan
Wireless Sensor Network (WSN) merupakan teknologi jaringan nirkabel yang terdiri dari node sensor, gateway, dan sistem pemantauan. Teknologi ini banyak digunakan untuk monitoring lingkungan, kesehatan, dan struktur bangunan dengan efisiensi energi dan ska
17 Januari 2026 11:39
Experimental Modal Analysis dan Operational Modal Analysis (OMA)
EMA dan OMA adalah dua metode penting dalam analisis dinamika struktur. EMA menggunakan data eksperimental yang dihasilkan oleh eksperimen terkontrol, sementara OMA menggunakan data operasional yang dihasilkan oleh struktur selama beroperasi. Dalam keduan
12 Juli 2025 15:28
Komponen Utama Getaran: Pengertian, Parameter, dan Penerapannya
Getaran merupakan fenomena mekanik yang terdiri dari sumber, medium, dan proses perambatan. Artikel ini membahas komponen utama getaran, parameter penting, serta penerapannya dalam monitoring dan rekayasa teknik.
17 Januari 2026 13:46
Monitoring Getaran pada Aktivitas Konstruksi: Keamanan, Kualitas, dan Keberlanjutan
Monitoring getaran pada aktivitas konstruksi berperan penting dalam menjaga keamanan struktur, kenyamanan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan sensor getaran dan pemantauan real-time, dampak konstruksi dapat dikendalikan secara efektif.
17 Januari 2026 13:23
IEEE 802.11 dan Protokol Nirkabel untuk Structural Health Monitoring
Sistem Structural Health Monitoring membutuhkan komunikasi nirkabel yang andal. Artikel ini membahas peran IEEE 802.11 dan protokol sensor seperti Zigbee dan LoRa dalam monitoring struktur.
19 Januari 2026 12:04
.png)